• 4

    Feb

    Santrinya Banyak Menjadi Penulis

    Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep Madura Pesantren Annuqayah telah melahirkan banyak santri yang mampu menorehkan buah pikiran mereka dengan tinta emas kanvas peradaban. Mereka menjadi penulis kreatif dan sering memenangkan lomba jurnalistik, baik tingkat lokal atau nasional. Melalui modal tulisan, beberapa santri Annuqayah mendapat beasiswa. Bahkan beberapa dari mereka menjadikan kekuatan pikiran dan tulisan sebagai sumber penghasilan, menjadi penulis buku, kontributor tulisan di media atau menjadi penerjemah. Tentu saja prestasi dan kebiasaan menulis santri ini dimulai sejak mereka nyantre di Pesantren. Salah satu deretan nama alumni Annuqayah yang sukses menjadi penulis adalah Mohammad Musthofa, M. Faizi L. Kaelan, Khodri Ariev, Maimun Syamsuddin, Jamal D. Rahman ,Zuhai
  • 18

    Nov

    Mencetak Generasi Tafaquh Fi al-Din Berprinsip Pada AL-Quran dan Sunnah

    Pesantren Persatuan Islam 109 Kujang Ciamis Oleh : Abd. Rahman Sebuah pesantren yang saat ini cukup besar berdiri kokoh di Kujang, Cikoneng, Ciamis, Jawa Barat. Lokasi yang bersih dan pepohonan yang tumbuh di sekitar lokasi membuat Pesantren Persis lebih nyaman indah dipandang. Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Alumni Pesantren Persis Kujang, Ali Rasyid, Pesantren Persis 109 Kujang merupakan pesantren terbesar Persis di Ciamis. Dari beberapa daerah di Ciamis, pesantren ini terbesar dibanding Pesantren Persis yang lain, ujar Ali Rasyid. Sementara salah satu dewan pengasuh di Pesantren Persis Kujang, kiai Anasah Qodarudin mengatakan yang menjadi ciri khas dari Pesantren Persis Kujang terletak pada penekanan menghafal al-Quran (tahfidz). Ciri khas dari Pesantren ini ya di tahfid
  • 18

    Nov

    Mempersiapkan Santri Kuat Iman di Tengah Terjangan Arus Globalisasi

    Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Cilandak, Jakarta Selatan Oleh : Abd. Rahman Suasana Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Cilandak, Jakarta Selatan terlihat cerah di sore hari. Lokasi yang luas membuat Pesantren Miftahul Ulum ini kelihatan lebih elok dan cantik. Jika dilihat dari depan, Pesantren Miftahul Ulum terlihat agak kecil, tetapi jika masuk ke dalam, Pesantren ini sangat luas. Bangunan-bangunannya indah dan tertata rapi. Di samping itu, Miftahul Ulum berlokasi di daerah strategis di Jakarta Selatan di mana jarak Pondok Pesantren Miftahul Ulum dengan ITC Fatmawati kurang lebih tiga ratus meter. Pesantren Miftahul Ulum menuai prestasi yang cukup membanggakan. Banyak sekali tropi dan piala berjejeran di kantor, menandakan bahwa Miftahul Ulum mencetak prestasi yang cukup memuka
  • 10

    Apr

    Menulis: Dari Pseudo Demokrasi Menuju Demokrasi Partisipatif

    Setelah lama tidak menulis,saya merasa lebih bodoh dan tambah dungu. Ini yang saya rasakan selama ini. Menulis untuk mengasah kreativitas,kekuatan intelektual,kematangan emosi,dll. Tidak salah jika saya merasa hampa akibat tidak menulis. Dengan menulis,apa yang saya ketahui semakin lengket karena dengan menulis memory otak jalan. Sekarang ini,menulis sungguh sangat dimanjakan. Betapa tidak,hanya dengan bermodalkan hand phone kita sudah bisa menulis. Dulu,menulis sesuatu yang sangat susah karena harus menggunakan mesin tik. Kedatangan komputer semakin mempermudah orang untuk menulis. Dan sekarang,menulis bisa di mana saja dan kapan saja,hanya dengan bermodalkan hand phone. Meski demikian,tidak semua orang dapat menulis meski fasilitas sudah sangat memadai. Di saat fasilitas masih terbata
  • 14

    Mar

    Menulis,Anjing pun Bisa

    Semalem aku dan teman ngobrol-ngobrol soal kepenulisan,mulai dari yang ringan hingga model penulisan di panggung akademik. Perbincangan ini mengingatkan memory masa lalu Waktu masih di Pesantren,diklat jurnalistik bukan sesuatu yang asing. Sejak saya mondok selalu dijejali dengan acara-acara diklat,mulai trik membuat berita hingga metode dan sistematika penulisan sastra,artikel,opini dan karya tulis ilmiah Obrolan saya tentang jurnalistik semalem mengembalikan memory pesantren terlihat segar kembali di otak saya. Teori-teori masa lalu seakan hadir semua dalam ingatan Saya merasa beruntung telah mempelajari jurnalistik waktu masih SMA sehingga ketika teman-teman bicara soal jurnalistik,ingatan saya seakan mau muntah. Saya bilang sama teman,orang mengerti seluk-beluk teori kepenulisan be
-

Author

Follow Me