Menumbuhkan Optimisme dan Rasa Percaya Diri di Kalangan Santri

15 May 2012

Pondok Pesantren Al-Amien, Prenduan, Sumenep, Madura

Pondok pesantren Al-Amien Prenduan merupakan Pesantren modern di mana para santrinya wajib berbciara bahasa arab dan inggris. Yang menarik dari Pesantren ini, para santrinya dididik untuk percaya diri dan optimis menatap masa depan. Di Pesantren Al-Amien, para santri diberi ruang untuk berkontestasi dalam kebaikan.

Semangat kompetisi berhasil menumbuhkan optimisme dan rasa percaya diri di kalangan santri Al-Amien. Para santri tidak under estimate bergaul dan berhadapan dengan siapapun, termasuk berkompetisi dalam sejumlah perlombaan. Orang di luar kita menganggap anak-anak Al-Amien sangat percaya diri, ya itu kita terima secara positif karena kegiatan pesantren mengarahkan santri memiliki kemampuan dan keterampilan, ungkap guru senior pondok pesantren Al-Amien ustadz Hamzah kepada Pelita, Kamis (26/04).

Banyak kegiatan di Pesantren ini mengarahkan para santrinya percaya diri dan optimis dengan apa yang diketahui dan mereka inginkan. Salah satu kegiatan santri adalah khitobah, puisi, drama, seni musik, teater, pramuka dan sejumlah kegiatan lainnya. Berbekal optimisme dan rasa percayda diri ini, banyak sekali santri Al-Amien berkiprah di berbagai ajang kompetisi, baik lokal atau tingkat nasional. Sejumlah medali dan penghargaan lainnya berjejer memenuhi kantor Pesantren. Jika tidak dalam kondisi terdesak, kami selalu kirimkan delegasi jika ada perlombaan, baik lokal atau nasional, ucap Hamzah.

Santri Al-Amien terbiasa melakukan latihan public speaking di hadapan ratusan santri, dengan aneka ragam dan bentuk kegiatan. Kepercayaan diri santri Al-Amien ditempa oleh kegiatan-kegiatan yang menuntut mereka percaya diri. Santri memang dididik untuk mengekspresikan apa yang mereka senangi. Pesantren lain tidak memperbolehkan menggunakan alat musik. Kita membolehkannya selama itu positif, tutur Hamzah.

Hamzah menuturkan bahwa Pesantren AL-Amien memberi penekanan pada aspek bahasa. Program-program Pesantren mengacu pada penguasaan bahasa, seperti program english week,, usbuul lughah (pekan bahasa arab), pidato bahasa arab, Indoensia dan inggris, demonstrasi bahasa, semarak tiga bahasa (STB) dan kegiatan lainnya.

Sementara kegiatan di Pesantren Al-Amien secara garis besar terbagi ke dalam dua bagian, program wajib dan pilihan. Kegiatan wajib Pesantren wajib diikuti semua santri. Kegiatan wajib Pesantren antara lain, belajar di kelas, shalat berjamaah, bicara bahasa arab dan inggris, baca kitab kuning, mengaji al-Quran, dan aktif dalam kegiatan kesantrian. Program wajib Pesantren belajar di kelas, shalat berjamaah, bicara bahasa arab dan inggris, baca kitab kuning, dan kegiatan kesantrian yang sifatnya pembekalan dan pengembangan skill.

Selain kegiatan wajib, santri Pesantren Al-Amien dapat memilih kegiatan yang mereka senangi. Para santri dididik mengetahui minat dan interest mereka sehingga kegiatan mereka dapat menjadi semacam investasi untuk masa depan. Kegiatan pilihan santri berupa seni bela diri, musik,kesenian, olah raga, kursus klub bahasa, pecinta alam, merching band, sastra dan jurnalistik,.

Di Pesantren Al-Amien, membaca buku mendapat perhatian serius untuk mendidik para santri senang membaca. Santri yang mempunyai banyak buku mendapat nilai plus dan diapresiasi langsung pihak Pesantren. Pesantren Al-Amien yakin bahwa buku adalah jendela dunia. Melalui buku, tumpukan pengetahuan dapat diperoleh.Ciri khas santri AL-Amien, salah satunya dengan bawa buku kemanapun mereka pergi. Santri yang tidak bawa buku melanggar peraturan dan dapat sanksi dari Mahkamah Qanun. Setiap tahun diadakan pengecekan buku, kata Hamzah

Guna memfasilitasi para santri, Pesantren AL-Amien menyediakan fasilitas Pesantren berupa laboratorium biologi, laboratorium MIPA, laboratorium komputer, dan laboratorium bahasa agar proses belajar-mengajar lebih efektif dan efisien. Selain itu, dalam proses belajar-mengajar di kelas, Pesantren ini menggunakan LCD untuk mempermudah dan sistematisasi. Santri juga diperbolehkan membawa laptop tapi hanya dapat digunakan pada hari-hari tertentu. Laptop harus dititipkan dan bisa digunakan untuk waktu-waktu tertentu, tambahnya.

Makna modern

Hamzah mengatakan bahwa kata modern bagi Pesantren Al-Amien tidak kemudian meninggalkan sisi-sisi tradisionalisme pesantren klasik di mana santri bergelut dengan kita kuning sehingga pemahaman mereka terhadap ilmu-ilmu agama mendalam. Pesantren al-Amien mendidik para santrinya dengan pemahaman kitab-kitab klasik, tapi juga akomodatif terhadap perkembangan zaman. Kata modern yang kita pahami itu tidak meninggalkan tradisionalisme pesantren, tapi juga mengambil sesuatu yang baru dan dianggap baik dari perkembangan zaman, kata ustadz Hamzah.

Semangat kemodernan Pesantren Al-Amien juga ditunjukkan dengan pengelolaan administrasi pesantren yang baik. Yang menarik, menurut Hamzam, sisi kemodernan di Pesantren Al-Amien diterjemahkan dalam bentuk nyata dalam hal pengelolaan pesantren. Kepemimpinan di Pesantren ini lebih bersifat kolektif kolegial dan tidak dimiliki secara turun temurun sebagaimana dalam pesantren tradisional. Siapapun bisa menjadi pimpinan pesantren selama memenuhi persyaratan karena pesantren tidak dimiliki oleh satu kiai atau satu pengasuh yang dapat diwariskan secara turun temurun.

Kemodernan Pesantren Al-Amien dapat dilihat langsung dalam kepemimpinan pesantren yang tidak dimiliki oleh perseorangan, tapi lebih bersifat kolektif kolegial. Siapapun saja selama menjadi bagian dari Pesantren AL-Amien dapat menjadi pimpinan pesantren asal memenuhi persyaratan, ungkapnya.

Ia mengkritik pemahaman sebagian masyarakat yang mengatakan pesantren modern tidak mengarahkan santri tahu pengetahuan agama secara mendalam. Ia juga tidak setuju jika modern diartikan serba berkiblat ke Barat. Tidak benar pesantren modern itu tidak mendidik santri mengetahui agama secara mendalam. Begitu juga pemahaman yang keliru jika modern diartikan serba ke Barat-baratan, pungkasnya.

(Abd Rahman/Pelita)

Tulisan ini dimuat di Harian Pelita, Jumat (04 Mei 2012)


TAGS optimis percaya diri pesantren


-

Author

Follow Me